Setuju gak, kalau sekarang semuanya jadi serba gampang? Mau beli ini itu, tinggal buka aplikasi e-commerce. Mau pergi ke luar tapi ga ada yang nganterin? Bisa panggil ojol lewat aplikasi. Begitu juga dengan pinjam-meminjam uang. Butuh pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat? Kalau dulu kamu kudu ke bank, nunggu berbulan-bulan, sekarang semua bisa selesai lewat sentuhan tangan.

Yap, belakangan lagi hype banget nih tren teknologi finansial (tekfin) di Indonesia, terutama buat layanan pinjaman online alias pinjol. Menjamurnya pinjol ini juga berbanding lurus sama antusiasme masyarakat buat ngegunain layanan mereka. Gak heran sih, pinjol ini menawarkan pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat, bahkan dalam hitungan menit, nasabah udah bisa dapetin duit di tangan. Siapa yang ga tergiur kan?

Tapiii minusnya, di balik prosesnya yang serba gampang, ga sedikit juga pengguna pinjol mengeluhkan bunga yang kelewat besar. Bahkan beberapa waktu lalu, korban pinjol sampai menggelar aksi demo perihal bunga yang tinggi ini. Nah, makanya itu, kalau kamu berniat buat ngajuin pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat, kamu harus tau dulu fakta sebenarnya di balik kemudahan layanan pinjol.

1. Bunga pinjol pasti lebih besar dari bank

Buat lembaga resmi seperti bank, pemerintah udah netapin aturan bunga pinjaman, yaitu maksimal 3% per bulan. Tapi berhubung pinjol adalah hal yang baru, pemerintah belum punya aturan baku tentang besaran bunga. Inilah yang bikin banyak pinjol abal-abal mematok bunga yang tinggi, bahkan bisa sampe 1% per hari.

Kalau kamu nemu pinjol yang bunganya udah ga wajar kayak gini, mending urungkan niat buat pinjam uang di sini deh. Cari pinjol lain yang ngasih bunga wajar. Misalnya Kredivo, salah satu pinjol yang ngasih bunga ga jauh dari bank, cuma 2,95% per bulan.

2. Ga semua pinjol terdaftar di OJK

Pinjol di Indonesia ada ratusan jumlahnya. Tapi sayang, ga semua terdaftar di OJK. Berdasarkan data OJK, cuma ada 88 pinjol yang udah diawasi mereka. Kalau kamu minjem duit di pinjol yang belum terdaftar, otomatis transaksimu lebih berisiko.

Sebab, proses verifikasi OJK juga ga main-main. Mereka benar-benar memastikan kalau perusahaan pinjol itu udah lolos uji keamanan, baik dari sistem sampe proses penagihan. Jadi, pastiin kamu minjem di pinjol yang udah terdaftar di OJK ya, kayak Kredivo misalnya!

3. Setiap aplikasi pinjol bakal akses data pribadi nasabah

Selain permasalahin soal bunga, banyak juga nasabah pinjol yang mengeluh karena data pribadi disebarluaskan sama pinjol. Bahkan perusahaan pinjol bisa akses daftar kontak yang ada di HP nasabah, dan ngehubungin orang-orang tersebut.

Nah, ini yang harus kamu ketahui kalau mau jadi nasabah pinjol. Akses data nasabah itu pasti dilakuin semua pinjol, karena proses verifikasi dilakukan via online. Di awal proses pengajuan pasti tiap aplikasi pinjol bakal minta persetujuan nasabah buat akses data. Kalau nasabah ngasih izin, otomatis sistem aplikasi bisa baca data pribadi di dalam HP. Jadi, hal ini adalah hal yang wajar.

Yang salah adalah kalau si pinjol menyebarluaskan data-data tersebut, atau melakukan penagihan pakai cara tanpa etika, misalnya ngehubungin orang-orang yang ada di kontak teleponmu dan mempermalukan kamu. Makanya, kamu harus jeli milih pinjol yang bisa melindungi semua datamu dengan sistem aman. Kayak Kredivo, yang melindungi data pribadi nasabah dengan sistem enkripsi setara bank. Jadi semua datamu dijamin aman. 

Walaupun minjem duit udah semakin mudah, udah seharusnya kamu sebagai nasabah teliti dan jeli dengan segala penawaran pinjol. Jangan asal tergiur sama iming-iming pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat! Pilih yang terjamin aman, dan tentunya kamu juga harus bijak dalam berutang!