Apa-apa disensor, mungkin itu sih yang ada dibenak orang-orang pas liat ada film kartun kesayangan kita semua, Doraemon, dapet sensor dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Cuma kali ini yang kena sensor bukan Doraemonnya, tapi Shizuka. Pasti kamu mikir sensornya ada pas Shizuka lagi mandi ya? Kamu salah besar. KPI nyensor Shizuka pas dia lagi pake baju renang.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Shizuka” url=“whotalking.com”} Suneo seneng banget temennya disensor[/caption]

Tuh kan Shizuka pake baju renang aja langsung disensor, harusnya dia pake daster kali ya kalo mau berenang.

Gambar tersebut mendapat respon dari netizen, mereka masih heran atas sensor yang dilakukan KPI.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Komen Shizuka” url=“twitter.com”}[/caption]

Kalo liat dari respon Netizen sih, banyak yang kecewa sama KPI. KPI dinilai seenaknya nyensor gak pake dipikir lagi.

Udah Banyak Film Animasi yang Disensor KPI

Shizuka bukan yang pertama kena sensor KPI, sebelumnya udah banyak teman-teman dari kalangan tokoh kartun yang kena sensor oleh KPI.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Sandy” url=“http://www.ngehits.net/"} Kasian Spongebob[/caption]

Selain Sandy masih ada beberapa lagi sensor-sensor yang dilakukan KPI terhadap film animasi. Iya film animasi, atau yang biasa kita sebut film kartun, tontonan anak-anak itu loh. Ya itulah KPI, lembaga yang punya kuasa buat ngatur penyiaran termasuk film kartun. Tapi ngomong-ngomong…

Apa yang Dilakukan KPI Sesuai Undang-Undang Gak?

Kalo dari dasar hukum Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran sih ada dalam pasal 8 tentang wewenang KPI.
  1. KPI sebagai wujud peran serta masyarakat berfungsi mewadahi aspirasi serta mewakili kepentingan masyarakat akan penyiaran.
  2. Dalam menjalankan fungsinya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), KPI mempunyai wewenang: 
  • Menetapkan standar program siaran;
  • Menyusun peraturan dan menetapkan pedoman perilaku penyiaran;
  • Mengawasi pelaksanaan peraturan dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran;
  • Memberikan sanksi terhadap pelanggaran peraturan dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran;
  • Melakukan koordinasi dan/atau kerjasama dengan Peme-rintah, lembaga penyiaran, dan masyarakat.
Gak dijelasin hal kayak gimana yang yang gak boleh tayang. Cuma yang pasti KPI punya wewenang yang luar biasa buat ngatur penyiaran. Jadi kalo Shizuka, Sandy dan beberapa tokoh kartun lainnya disensor, ya itu semua yang ngatur KPI.

Tapi Perlukah Kartun Disensor?

Bicara tentang film animasi yang tayang di Indonesia, kayaknya aneh ya kalo ada yang disensor. Pasti kamu akan bertanya :

HAH! Bagian Apanya Sih yang Disensor??!!

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Sensor” url=“http://ngokos.com/"} Yakali Pak..[/caption]

Kalo diliat dari sensor yang dilakukan KPI, mereka konsen sama yang berbau pornografi, jadi Shizuka yang pake baju renang, dan Sandy yang pake bikini itu dianggap berbau pornografi, mangkanya KPI nyensor bagian yang terbuka kayak belahan dada gitu. Iya belahan dada tokoh kartun. Tapi kalo bicara tentang moral, harusnya sih KPI gak fokus sama yang berbau pornografi aja, apalagi belahan dada di film kartun. Emangnya harus banget ya belahan dada yang ada dikartun itu disensor?

Dampak Dari Mensensor Film Kartun

Kalo menurut MBDC sih, peminat film animasi kan harusnya sih banyakan anak kecil ya, mereka kan masih di bawah umur jadi mereka punya rasa penasaran yang tinggi. Coba aja liat adek atau keponakan kamu yang masih SD pasti lagi sering-seringnya nanya tentang sesuatu kan.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“nonton” url=“dadsuni.com”} Nonton apa tuh?[/caption]

Nah kalo tontonannya disensor, apa gak bikin jadi tambah penasaran tuh? Nanti kalo ada anak kecil nanya

“Itu kenapa gambarnya gak jelas?”
Kamu mau jawab apa? Mau bohongin dia, kamu mau bilang matanya tuh anak yang burem? Mangkanya semakin disembunyiin sebenernya semakin bikin penasaran.

Lagian, film macam Doraemon atau Spongebob gitu kan imagenya bukan film animasi yang vulgar, jadi kalo disensor bukannya malah bikin mikir macem-macem ya? Kayaknya KPI kurang riset, soalnya film barbie yang lebih jelas belahannya malah gak disensor, kurang konsisten nih.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Barbie” url=“http://chirpstory.com/"} Tuh kan[/caption]

Kalo bicara demi kepentingan moralitas, kartun jadi kena sensor, Terus…

Bagaimana Dengan Sinetron?

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“GGS” url=“http://www.kaskus.co.id/"} eiits.. eiiits..[/caption]

Kenapa sinetron yang aktornya adalah orang beneran gak ikut disensor sekalian? Padahal banyak yang bilang sinetron Indonesia banyak yang nyajiin adegan yang kurang pantes buat pendidikan. Mangkanya gak heran kalo tingkat kepuasan orang terhadap sinetron itu rendah. Gak percaya?

Tontonan Anak-Anak vs Sinetron

KPI pernah bikin survey tentang kepuasan terhadap tontonan di Indonesia tahun 2015, KPI kerjasama sama banyak universitas di Indonesia. Dan hasilnya kayak gini.

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Anak-Anak” url=“http://kpi.go.id/"} Grafik[/caption]

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Sinetron” url=“http://kpi.go.id/"} grafik[/caption]

KPI kasih nilai 4 buat angka maksimal, dan hasilnya, walaupun sama-sama di bawah nilai 4 tapi tingkat kepuasan Sinteron (2.51) lumayan jauh sama tingkat kepuasan tontonan anak-anak (3.03) Itu artinya KPI harusnya lebih konsen sama sinteron demi kepuasan penonton. Bagian-bagian yang kurang mendidik dari sinetron kayak romansa anak sekolah atau perkelahian harusnya lebih dipikirin ketimbang sensorin tokoh kartun.

Kalo Semua Disensor, Terus Kita Nonton Apa?

[caption id=“” align=“alignnone” width=“630”] {source name=“Sensor” url=“www.youtube.com”} Terus nonton apa?[/caption]

Kalo belahan dada tokoh kartun harus disensor, dan adegan mesra dan kekerasan di sinetron nantinya bakal disensor juga, terus apa yang kita tonton dong?

[related_post url=‘http://malesbanget.com/2016/01/jikalau-apa-apa-disensor/']

Emang seharusnya yang dibenerin tuh bukan lagi masalah sensor mensensor. Karena kalo udah namanya menyensor tayangan di televisi itu artinya ada yang salah dalam penyaringan acara yang akan ditayangkan.

Lagian ada di dalam pasal kok, kita sebenernya punya hak buat dapet tontonan yang bermutu, dan itu jadi tugas KPI.

menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia

Kalo udah ada sensor sana sensor sini, tandanya tontonan yang disajiin masih dianggap gak memuaskan, apalagi dalam penyensoranpun KPI banyak dikeritik. Mungkin harusnya sih benahi jam tayangnya dan lebih tegas lagi dalam menerapkan tontonan sesuai dengan umur penonton. Sambil didukung sama pendidikan di rumah juga sih.

Udah sih gitu aja, kamu bantu kasih saran ya di bawah!

Pantes gak film kartun disensor?

Pantes dong

Gak lah

Kayaknya malah kurang vulgar deh