Dalam jualan musik, banyak hal yang bisa dilakukan selain merilisnya dengan biasa. Musisi indonesia sudah membuktikannya dengan mengeluarkan rilisan dengan packaging unik. Ada yang mengemasnya dalam kotak pizza sampai besek yang biasa dipakai untuk ziarah.

Semuanya dilakukan untuk mengembalikan kecintaan rilisan fisik terhadap penggemar musik. Di dunia dimana fans musik makin menggemari sesuatu yang digital, hal semacam ini niscaya diperlukan. Bukan hanya itu, kemasan unik juga bisa memperkuat konsep band tersebut.

Bagi kamu yang punya band, mungkin bisa meniru terobosan yang dilakukan beberapa band ini:

1. Zeke and the Popo - Space In the Headlines (Pizza Box)

[caption id=“attachment_192271” align=“alignnone” width=“640”]eflyer {source name=“Zeke and the Popo” url=“http://google.com"}[/caption]

 

Seperti terlihat di foto. Zeke and the Popo, band space rock asal Jakarta memberikan paket menarik berisikan CD dan gimmick lainnya dalam sebuah kotak pizza. Meskipun gak ada Pizza sebagai bagian dari bonus, tapi jelas cara ini menarik sekali.

2. Zoo - Prasasti (Batu)

[caption id=“attachment_192271” align=“alignnone” width=“572”]zooprasasti {source name=“ZOO url=“http:/google.com”}[/caption]

 

ZOO adalah sebuah band Art Rock yang menawarkan eksperimentasi dalam bermusik. Untuk album keduanya, gak tanggung-tanggung ZOO menggantikan CD case biasa dengan BATU. Yak Batu saudara-saudara. Batu ini dibentuk khusus menjadi kotak kemudian ditambahi lempengan untuk menuliskan judul album dan nama band. Untuk makin menguatkan konsep album yang dinamai “Prasasti” ini disediakan juga sleeve yang dibuat dari perkamen. Cocok dengan musik ZOO yang seperti diambil dari zaman batu.

3. Swells - Banal (Disket)

[caption id=“attachment_192271” align=“alignnone” width=“531”]CJEGRnEVAAAXaeM {source name=“Swells” url=“http://twitter.com"}[/caption]

 

Band brit pop asal Bandung, Swells juga gak mau ketinggalan melakukan terobosan yang baru. Dirilis oleh WR Recordings, disket yang seakan sudah ketinggalan zaman dibuat sebagai pembungkus musiknya. Rilisan ini tergolong unik karena memang jarang dipikirkan orang lain.

4. BRNDLS - DGNR8 (Bungkus Obat)

[caption id=“attachment_19227198134” align=“alignnone” width=“600”]{source name="BRNDLS" url="http://jimijimz.wordpress.com"} {source name=“BRNDLS” url=“http://jimijimz.wordpress.com"}[/caption]

Kadang kemasan unik tak harus datang dari sesuatu yang ribet. BRNDLS mengemas albumnya dengan bungkus obat dan desainnya yang menyerupai obat-obatan. Album terakhir BRNDLS sebelum vakum ini memang layaknya obat-obatan yang adiktif nan menyembuhkan. Benar-benar mujarab.

5. TerbujurKaku - Megamix Album Vol. 2 (Bungkus Mie Instan)

[caption id=“attachment_19227198120” align=“alignnone” width=“720”]{source name="Terbujur Kaku" url="www.facebook.com"} {source name=“Terbujur Kaku” url=“www.facebook.com”}[/caption]

Unit Koplo/Breakcore asal Surabaya ini terkenal karena musiknya yang kitsch, dalam artian seni versi rendahan yang memang diciptakan khusus untuk massa. Dengan pengetahuan macam ini, memang layak jika album Megamix Vol. 2 yang dibuat oleh TerbujurKaku dikemas dengan bungkus mie instan. Untuk menambah kekerenannya, kaset ini juga dilengkapis stiker yang menyadur iklan sebuah mie instan.

6. Mocca - Home (Bisa Dibentuk Rumah + Augmented Reality Content)

[caption id=“attachment_19227198121” align=“alignnone” width=“600”]{source name="Mocca" url="www.twitter.com"} {source name=“Mocca” url=“www.twitter.com”}[/caption]

Band Indie Pop asal Bandung Mocca dikenal karena musiknya yang manis dan tak lekang oleh waktu. Untuk album terbarunya, mereka mengemas album yang bisa dibentuk menyerupai rumah dan di dalamnya terdapat konten augmented reality yang bisa diakses oleh pembelinya. Inovasi ini sebenarnya bukan pertama kali ada di Indonesia, sebelumnya ada The Changcuters yang melakukan hal serupa.

7. Rabu - Renjana (Besek)

[caption id=“attachment_192271” align=“alignnone” width=“480”]Rabu - Renjana {source name=“RABU” url=“http://twitter.com"}[/caption]

Buat kamu yang belum kenal RABU, mereka adalah duo folk yang musiknya terdengar mistis dan atmosferik. Untuk merilis albumnya, mereka memperkuat kesan yang dibawa musiknya dengan menggunakan besek. Besek selama ini digunakan di tanah kuburan untuk mengemas bebungaan yang dipakai ketika berziarah.

8. NAIF - Let’s Go (Flash Disk)

[caption id=“attachment_192271” align=“alignnone” width=“300”]cosmic {source name=“NAIF” url=“http://google.com"}[/caption]

NAIF selalu niat ketika merilis albumnya. Entah itu kemasan megah a la Retropolis ataupun yang cukup menarik, menjual dengan USB di album Let’s Go. Album ini malah awalnya dilempar secara gratis melalui Rolling Stone Indonesia.

Keren-keren ya? Ada gak rilisan yang kamu punya? Atau kamu punya ide lain yang gak kalah keren? Boleh di share loh di comments.