#JanganjanganSetan adalah sebuah rubrik yang isinya cerita-cerita horor kiriman kamu ke redaksi MBDC yang tayang tiap hari Kamis. Artikel di sini gak terlalu banyak MBDC edit, jadi kurang lebih isinya masih sama dengan versi asli. Biar kamu makin bisa merasakan kesereman dan ketakutannya. Hih.

Cerita #JanganjanganSetan kali ini dari Catherine Renata yang tinggal di rumah berhantu dan ngeliat tuyul di dalam lemari di kamarnya.

Kejadian tahun 2004 silam, saat itu Catherine dan keluarganya pindah ke rumah baru di sebuah komplek yang ada di deket balai penelitian di daerah Bogor. Rumah itu sangat luas, karena terdiri dari tiga lantai. Kamar Catherine ada di lantai 3.

Beberapa hari setelah mereka tinggal di sana, Catherine dan sekeluarga membuat acara syukuran. Dari situ kejadian aneh di rumah itu pun dimulai.

Di acara itu kami mengundang tetangga dan pemuka agama setempat. Tapi tiba-tiba saat kami lagi baca doa, ‘prang!’ piring-piring di dapur, dan segala macam peralatan dapur berjatuhan ke lantai. Padahal gak ada angin sama sekali. Sentak kami semua yang ada di ruang tamu kaget, sampe ada tamu yang berbisik,

“Yang nunggu marah.”

Tapi Catherine sekeluarga adalah orang yang gak percaya sama hal mistis. Makanya kejadian hari itu pun langsung mereka lupain. Sampe akhirnya hal aneh berikutnya terjadi. Kali ini dialami langsung oleh Catherine.

Suatu hari saya lagi di kamar,  belajar dan ngerjain PR. Itu emang udah jadi kebiasaan saya tiap pulang sekolah, dan selesai makan. Saya lebih suka ngabisin waktu di kamar. Tiba-tiba, saat lagi serius belajar, saya seperti mendengar suara ketukan,

“tok tok tok.”

Tapi suara itu gak saya gubris, sampe akhirnya muncul suara yang sama kedua kalinya,

“tok tok tok.”

Ternyata suara itu dateng dari dalam lemari. Karena penasaran, saya buka pintu lemari itu, tapi gak ada apa-apa. Saya pun lanjut belajar lagi. Tapi suara itu terdengar lagi,

“tok tok tok.”

Saya sempet kesel dan belum mikir macem-macem, ‘dih ngerjain banget sih nih.’ Tapi masih penasaran, akhirnya saya memberanikan diri buat buka lagi lemarinya dan ternyata di situ ADA TUYUL JONGKOK.

Sentak saya langsung teriak-teriak manggil ibu saya yang ada di ruang TV.

“Mahhhh, ada anak kecil dalam lemari, botak-botak.”

Mendengar hal itu, wajah ibu saya langsung pucat, tapi dia mencoba gak percaya dengan kata-kata saya barusan.

"Mimpi kali kamu, udah di sini aja kamu temenin mama, jangan di kamar mulu".

Ya, keluarga saya emang gak ada yang percaya sama hal begituan. Terutama ayah saya, sampe akhirnya dia mengalami sendiri.

Malem itu ayah lagi tidur di ruang tamu, dia merasa gak kayak malam-malam biasanya, tidur gak nyenyak, panas. Dan yang bikin bulu kuduk merinding adalah ada yang ngeliatin ayah!!!

SOSOKNYA TINGGI GEDE BERBULU LEBAT HITAM, BERMATA MERAH. Tingginya melebihi tinggi rumah.

Kejadian yang dialami Ayah Catherine, ternyata juga dialami oleh pembantunya, yang akhirnya mengundurkan diri setelah diganggu oleh sosok raksasa itu. Sejak saat itu, Ayah Catherine mulai mencari-cari rumah baru buat mereka pindah.

Sosoknya tinggi gede. Berbulu lebat, bermata merah. Jangan-jangan setan?

Tapi, sampe hari terakhir mereka di sana, para penunggu rumah itu justru makin mengganggu.

Malam itu jadi malam terakhir kami tinggal di rumah itu. Ayah dan kakak saya mendengar suara nyanyian dari luar rumah. Dari jendela rumah, mereka melihat kuntilanak duduk di dahan pohon, sambil memandang tajam ke arah kakak dan ayah saya dan tertawa

“Hihihi.”

Seperti tanda perpisahan untuk kami.

Di hari terakhir dari seorang nenek yang dateng ke rumah mereka, Catherine dan sekeluarga baru tau kalau di rumah itu pernah terjadi peristiwa pembunuhan, suami yang membunuh istirnya.

----

Submit cerita horor kamu di sini: